Apa itu domain authority

Domain Authority adalah kredibilitas website di mata google. Domain authority adalah salah satu dari 3 faktor penting SEO selain backlink dan keyword. Domain authority dan keyword adalah faktor yang dapat kita kendalikan, sementara backlink tidak dapat. Artinya, dengan memaksimalkan usaha kita pada domain authority dan keyword ini, peluang kesuksesan sebuah website diatas 60%. Sedangkan kalo memfokuskan pada link building peluang keberhasilan website hanya 30%.

Domain authority berbeda dengan page authority. Page authority adalah salah satu faktor dari domain authority. Page authority yang baik tidak secara langsung meningkat domain authority. Sebaliknya, jika domain authority sebuah website tinggi, maka page authority akan tinggi juga. Artinya, jika website kita dinilai kredibel oleh Google, maka setiap kali membuat artikel baru akan mudah muncul di halaman pertama.

Apakah domain authority sama dengan pagerank ? Ini pertanyaan berbobot yang tidak relevan lagi dengan cara kerja SEO sekarang ini. Pagerank adalah sebuah sistem yang digunakan google untuk mengurutkan hasil pencarian pada jaman dulu kala. Cara kerjanya adalah website yang memiliki pagerank 4 berada di atas website yang ber-pagerank 3. Atau halaman yang memiliki pagerank 9 berada di urutan pertama halaman pertama karena memiliki nilai pagerank tertinggi.

Kabar buruknya, sistem pagerank ini sudah tidak digunakan lagi oleh google. Bahkan sudah sejak tahun 2011 lalu. Alasannya ada dua. Pagerank mudah dimanipulasi, asal tahu caranya, dengan sekejap pagerank bisa dinaikkan. Alasan kedua, dan yang paling penting bagi google adalah sistem pagerank tidak bisa memberikan hasil pencarian yang relevan. Sebaliknya yang muncul di halaman pertama adalah website yang banyak iklan google adword, website muter-muter dan website afiliasi.

Pertanyaannya adalah bagaimana Google menilai kredibilitas website ? Yang pertama adalah usia website tersebut. Sebuah website yang diaktifkan pada tahun 2008 lebih kuat kredibilitasnya dari website yang dibuat tahun 2014. Sama halnya dengan toko kelontong yang sudah puluhan tahun berdiri lebih dikenal orang daripada toko kelontong yang barusan buka bulan ini.

Namun usia domain ini juga bisa menjadi bumerang bagi SEO. Karena terlalu lama, maka tampilannya pasti ketinggalan jaman. Tahun 2008, orang masih browsing menggunakan komputer dengan monitor tabung ukuran 14 inci atau 15 inch. Resolusinya masih 1024×768 pixel. Monitor wide 14″ dengan resolusi 1280×800 pixel masih jarang digunakan. Hal ini tentunya mempengaruhi disain website. Contohnya adalah website pribadi saya, Wapannuri.com.

Tampilannya masih flat, tidak ada layer karena saya buat website itu pada tahun 2008. Ukurannya pun saya patok 1024 pixel wide. Sedangkan website toko online saya, Toko28.com, saya buat dan revisi tahun 2012 lalu. Jadi desainnya jauh lebih modern dan up to date.

Namun dalam waktu dekat ini saya belum berencana memperbaiki tampilan blog pribadi saya. Memang benar disain website akan mempengaruhi SEO, namun tidak mutlak karena ada faktor tujuan dibuatnya website.

Orang yang membaca blog saya mencari informasi, bukan membeli barang. Mereka membutuhkan sebuah website yang cepat dibuka, padat, jelas dan mudah dibaca. Tampilan yang penuh dengan slideshow malah memperlambat loading. Yang mereka dapatkan malah masalah, bukan solusi. Atas dasar itulah saya mempertahankan disain flat ini.

Sebaliknya, website toko online saya harus dirubah tampilannya. Ini mutlak diperlukan jika saya ingin orang membeli produk yang saya jual. Bayangkan, 80% tampilan website saat ini sudah modern, orang sudah terbiasa melihat disain modern. Apa reaksi mereka jika melihat disain toko online saya yang ketinggalan jaman ?

” Toko online ini pasti sudah tidak aktif lagi.”
” Toko online ini mungkin website penipuan.”
” Toko online ini pasti tidak update harga dan stok barangnya.”
…dan kesan-kesan negatif lainnya…

Jadi meskipun usia domain saya bernilai tinggi, namun user experience website saya rendah. Akibatnya Nilai Domain Authority-nya tetap rendah di mata google.

Konsepnya sederhana bukan ? Jika website anda tidak dinilai kredibel oleh visitor, maka jangan harap mendapatkan kredibilitas google. Yang lebih sulit, walaupun anda berhasil mendapatkan kredibilitas pengunjung, hal itu tidak berarti mendapatkan kredibilitas google ! Ini langkah pertamanya, bukan hasil akhirnya. Perjalanannya masih jauh !

Faktor yang mempengaruhi domain authority dapat saya sederhankan menjadi dua, page authority dan content authority.

Page authority adalah user experience, seperti navigasi, disain, kecepatan, time on site, bounce rate dan hal-hal teknis lainnya. Sedangkan content authority adalah isinya, artikel atau keyword. Artinya, tulisan yang berkualitas tanpa disertai layout website yang memadai akan kalah dengan konten biasa-biasa saja dengan disain yang menarik.

Lebih banyak orang yang suka membaca komik atau buku ? Lebih berguna komik atau buku ? Lebih berbobot komik atau buku ? Lebih menarik komik berwarna atau komik hitam-putih ? Lebih menarik foto atau video ? Lebih menarik pria berbadan kekar atau wanita berdada besar ? Anda lebih senang memiliki teman yang lucu atau teman yang kutu buku ?

Memang benar content is king, tetapi ada kelanjutannya yaitu layout is queen. Anda memang seorang raja, tetapi yang lebih berkuasa tetaplah istri. Jasa SEO memang membuat website muncul di halaman pertama, tetapi yang memutuskan membeli barang anda tetaplah pembeli yang mempertimbangkan banyak faktor.

Bagaimana meningkatkan page authority ? Beli jasa SEO ? Salah tempat anda… ilmu para SEO pada content authority, bukan page authority. Anda harus mencari disainer website. Pekerjaan mereka adalah merancang struktur website dan sistem navigasinya. Namun desainer website tidak memiliki keahlian SEO. Kok bisa ? Karena hanya ada tiga jenis manusia menurut otaknya.

Seorang disain grafis lebih dominan otak kanannya. Bagian otak ini berhubungan dengan imajinasi, kreativitas dan hal-hal abstrak. Sedangkan seorang SEO lebih dominan otak kirinya yang berhubungan dengan logika, matematika dan sistem. Orang ketiga adalah orang yang mampu memaksimalkan kedua belah otaknya, alias orang jenius.

Merubah layout website tidak semudah menambah artikel baru. Contohnya navigasi, pada awalnya ada 5 kategori produk utama, lalu dirubah menjadi 9 kategori. Ukuran font harus dikecilkan dulu, lalu jarak antara text harus disesuaikan lagi. Jika sudah ada 50 halaman, maka semuanya juga harus dirubah. Bayangkan, hanya menambahkan 4 kata saja harus merubah seluruh halaman website. Jika menggunakan responsive design, maka layout yang harus dirubah ada 3. Layout desktop, layout tablet dan layout smartphone.

Sedangkan untuk menambah artikel baru hanya perlu kopi-paste layout yang sudah ada dan mengganti artikelnya. Paling lama satu jam.

Cara membuat website yang benar seharusnya dimulai dari pemahaman produk. Ada berapa kategori utama, ada berapa sub-kategori dan berapa total produknya. Setelah itu dilanjutkan dengan evolusi produk. Seberapa banyak penambahan produk baru beberapa tahun mendatang agar bisa disiapkan space kosongnya. Terakhir adalah hubungan antara produk.

Masalahnya untuk membuat website yang seperti ini tidak mudah dan sekalipun tidak murah. Tetapi website yang mahal ini hasilnya sepadan, bahkan jauh lebih besar keuntungannya. Anda hanya sekali berinvestasi, tetapi penjualan produk anda berkali-kali. Anda hanya perlu susah sekali, tetapi senangnya bertahun-tahun karena penjualannya meningkat seiring berjalannya waktu.

Jangan lupa bahwa usia domain adalah salah satu faktor Domain Authority. Dan jangan lupa pula dengan faktor Page authority yang merupakan elemen dasarnya. Semakin tinggi page authority, maka domain authority semakin tinggi juga. Dengan kata lain, keyword apapun yang diketikkan orang, yang muncul di halaman pertama google adalah website anda.

Nah, apakah yang dimaksud dengan konten berkualitas ? Yang pasti, konten adalah elemen dasar page authority. Tanpa konten berkualitas, tidak ada page authority. Dan tanpa page authority, tidak ada domain authority. Dengan kata lain, website yang anda buat tidak akan menghasilkan penjualan. Tanpa penjualan, tidak ada uang yang masuk. Tidak ada uang masuk, tidak balik modal.

Konten berkualitas tidak sama dengan konten yang muncul di halaman pertama urutan pertama google karena semua konten pasti muncul di halaman pertama. Yang membedakan hanya keyword yang digunakan. Dan 90% orang salah mengerti tentang keyword ini. Mereka mengejar 2 atau 3 keyword untuk produknya. Padahal dua kata kunci tidak berpengaruh terhadap penjualan. Hanya mempengaruhi traffic website saja.

Apa arti keyword “fotografer wedding” ? Apakah anda mengejar keyword ini ? Bagi saya, keyword ini terlalu umum. Siapa yang mencari dengan menggunakan kata kunci ini ? Apakah calon pengantin ? Ya, betul. Apa yang mereka cari ? Harganya ? Lokasinya ? Portofolionya ? Contoh hasil fotonya ? Jenis kameranya ? Terlalu banyak bias dalam keyword ini.

Orang yang baru belajar fotografi juga mencari dengan keyword ini. Demikian pula dengan tukang foto wedding yang ingin tahu sepak-terjang pesaingnya. Calon pengantin di Jakarta, di Bandung dan juga di Semarang menggunakan keyword ini juga. Padahal anda berada di Surabaya. Berapa persen kemungkinan mendapatkan klien dari luar kota ?

Bandingkan dengan keyword “fotografer wedding surabaya” atau keyword “fotografer wedding spesialis studio”. Target anda jelas dan tingkat persaingan kata kuncinya lebih sedikit. Kemungkinan terjadinya transaksi akan lebih besar dibandingkan dengan keyword “fotografer wedding”.

Konten yang berkualitas adalah konten yang tepat sasaran. Karena tidak ada konten yang menjawab kebutuhan semua orang. Artinya, konten yang anda tulis berguna bagi seseorang dan sekaligus tidak berguna bagi orang lainnya. Web fotografi anda pasti berguna bagi calon pengantin Surabaya, namun tidak berguna bagi calon pengantin di Jakarta.

Bukankah lebih baik memiliki website yang ramai pengunjung daripada memiliki website yang tidak ada pengunjungnya Pak ? Konsep ini tidak salah sebelum era Google panda, pinguin, hummingbird, honeymoon dan update lainnya. Namun saat ini, traffic yang tidak tepat ini akan menjadi bumerang. Kredibilitas website anda akan diturunkan dan dibuang ke halaman belakang. Bagaimana Google bisa tahu ? Mudah, dari nilai bounce rate.

Darimana google mendapatkan data bounce rate ini ? Ini juga pertanyaan yang mudah. Dari ponsel anda, ponsel orang lain dan ponsel android lainnya. Atau dari komputer pc yang menggunakan browser google chrome, atau dari laptop yang menggunakan google sebagai search engine (sekalipun browser yang digunakan Mozilla Firefox). Jutaan data terkumpul setiap harinya. Setiap detik google menganalisa website anda berdasarkan data ini.

Jika nilai bounce rate yang didapat dari data ini adalah 90%, maka anda tinggal menghitung hari. Ada reward dan juga ada punishment ! Website yang memiliki nilai bounce rate 70% akan ditampilkan di halaman yang lebih depan. Dari halaman 5 ke halaman 4. Dari halaman 4 ke halaman 3 sampai akhirnya berada di halaman pertama.

Apa artinya bounce rate 90% ? 9 dari 10 pengunjung meng-klik website anda dan dalam sekejap keluar dan meng-klik website lainnya. Kalo nilai bounce-rate 70% berarti 7 dari 10 pengunjung meng-klik website anda dan kembali ke hasil pencarian google. Berarti ada 3 orang yang puas dengan hasil pencarian google. Berarti ada 3 orang yang masalahnya terselesaikan dari membuka web tersebut. Karena itu layak mendapat reward dengan dimunculkan lebih sering dan lebih ke halaman depan.

Jika anda mau membuat website yang menghasilkan, maka anda harus menulis konten yang menjawab pertanyaan orang, menyelesaikan masalah mereka dengan produk yang anda jual atau memberikan manfaat dan keuntungan menggunakan produk anda.

Jika anda mau membuat website yang berkualitas, maka carilah pembuat website yang mau mempelajari produk yang anda jual. Website adalah marketing online anda, dan seorang sales harus menguasai produk agar bisa menjual. Ini cara berdagang yang benar dan teruji waktu. Jangan menipu diri sendiri dengan mengabaikan prinsip dasar ini.

KESIMPULAN

Hanya orang bodoh saja yang percaya konsep modal kecil untung besar. Lebih bodoh lagi mereka yang percaya modal besar, resiko kecil, untung besar-besaran. Sungguh amat sangat bodoh lagi mereka yang percaya dengan seminar beli rumah, tanpa uang, tanpa hutang ataupun modal. Kalo anda bisa kaya dengan cara seperti itu, ngapain ngadakan seminar di hotel bintang 3 yang sewa ruangannya saja diatas 20 juta ? Belum iklan di koran, belum iklan di radio dan baliho di jalan-jalan. Bukankah anda sendiri mengeluarkan uang, modal dan mencari hutang untuk menyelenggarakan seminar beli rumah tanpa modal, tanpa uang ataupun hutang ?

Cara bisnis yang benar adalah menghitung biaya dan membuat proyeksi keuntungan. Investasi sekian juta rupiah, penjualan sekian juta rupiah. Jangka waktu BEP sekian bulan dan keuntungan bersih sekian rupiah dengan asumsi tertentu.

Anda tidak berpikir realistis jika mengharapkan hasil jutaan rupiah dari sebuah website seharga 500 ribuan. Kalo memang cara ini bisa berhasil, ngapain terima jasa pembuatan website ? Saya ambil saja semuanya. Buat apa dibagikan ke orang lain ? Saya tidak kenal anda, tidak punya hutang budi, buat apa menguntungkan anda yang bukan saudara dan juga bukan teman baik saya.

Sekali lagi, 1 web dengan investasi 500 bisa menghasilkan 10 juta ? Kalo saya buat 10 web dalam waktu sebulan, maka pendapatan saya adalah 100 juta. Laaaaaaa… ngapain susah – susah membuat website untuk anda ? Cuman dapat 500 ribu doaaang !

Artikel ini di ambil dari forum kaskus:http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000004027513/belajar-seo-khusus-newbie/ dengan sedikit modifikasi & tambahan

Please follow and like us:
Tags: domain

Hi, Saya Agus Yusida

Hello, perkenalkan saya Agus Yusida, seorang freelancer programmer, pernah membuat startup dan suka mencoba hal-hal baru. Jika ada pertanyaan bisa DM saya di IG @yusidajohn untuk fast respond. Jangan lupa like facebook ngide.net ya!

Related Article