Cara Menjual Barang Online Lewat Website

Posted on

Dari dulu hingga sekarang dan yang akan datang, hukum dasar dagang tetap sama, “Ada harga, ada rupa.” Artinya kualitas barang yang anda dapatkan sesuai dengan harga yang anda bayarkan. Produk murah umumnya berkualitas rendah dan produk mahal berkualitas tinggi. Untuk mendapatkan untung besar, resikonya juga besar. Resiko kecil untung besar hanyalah teori. Sama halnya dengan konsep menjual barang secara online. Orang berpikir membuat website dengan modal 500.000 langsung membuat penjualannya melejit. Ternyata mereka kecele & kecewa. Terus berkesimpulan jualan online itu mbojai !

KONSEP DASAR PENJUALAN ONLINE 

Prinsip dasar menjual barang adalah 4P, Product, Price, Place dan Promotion. Barang yang tepat, harga yang bersaing, tempat yang strategis dan promosi yang mengenai sasaran. Konsep yang sudah tua melebihi usia kita semua dikenal dengan istilah Marketing Mix.

Konsep ini pun berevolusi dengan menambahkan P P P di belakangnya. Ada yang menambahkan Profit sebagai P ke-5. Dan juga ada yang menambahahkan People, Process, Plan, Promise dan Physical Evidence. Saya sendiri lebih suka menambahkan 1 P lagi menjadi 5P, yaitu People.

Barang, harga, tempat dan promosi harus sesuai dengan orang yang ditarget. Banyak sekali contohnya. Pertama adalah susu bayi. 90% kandungan susu formula bayi sama. Namun harganya berbeda-beda, ada yang 1 kotak 50.000, ada yang 100.000, dan juga ada yang sekotak 150.000.

Orang yang memiliki kemampuan membeli susu bayi seharga 150.000 tentunya akan memilih susu seharga 50.000 jika dilihat dari sisi ekonomisnya. Karena 1 banding 3. Tapi kenyataannya malah berbeda 180 derajat. Mereka tidak pernah mau membeli susu bayi yang lebih murah, sekalipun ditawari SPG sampai mulutnya berbusa-busa.

Contoh lainnya, orang yang memiliki kemampuan membeli iPhone 6 seharga 10 jutaan juga tidak akan mau membeli HP evercross seharga 1,5 jutaan. Bayangkan, 1 HP berbanding 6 handphone. Fungsinya kan sama. Sama-sama bisa dibuat telepon dan sms, sama-sama bisa dibuat internet dan facebookan, sama-sama bisa di-install BBM.

Apakah ponsel murah dan ponsel mahal benar-benar sama ?
Kalau fungsi dasarnya sama, telepon, sms, internet dan bermain game.

Tetapi ada perbedaan lain yang baru kelihatan kalau dibandingkan secara langsung. Contohnya adalah ketajaman, kehalusan dan kecerahannya. Sama-sama 6inch, sama-sama QHD dan sama-sama gorilla glass. Tapi mata anda akan terasa nyaman ketika melihat layar iPhone daripada Evercross. Sama-sama memiliki wifi, tapi browsingnya lebih cepat iPhone.

iPhone memiliki sensor gyroscope, sementara evercross tidak. Kebanyakan ponsel entry level halnya membenamkan sensor accelorometer saja yang memiliki 3 axis, kekanan dan kekiri, keatas-kebawah dan menyerong. Sementara sensor gyroscope memiliki 6 sensor. Tambahannya adalah memutar 360 derajat secara vertikal dan horizontal. Dengan sensor ini anda bisa memainkan game virtual reality atau melihat film dengan menggunakan VR Glasses atau google cardboard. Sayangnya banyak orang yang memiliki handphone kelas atas tidak tahu kecanggihan ini.

Inilah yang disebut dengan perilaku pembeli. Setiap orang atau segmen memiliki pertimbangan tertentu ketika membeli sesuatu. Kadang alasannya bisa diterima logika dan kadang hanya bersifat emosional. Mengapa semua orang kaya mengantongi hape mewah meskipun mereka tidak tahu kelebihan lainnya selain hasil fotonya lebih bagus ? Karena ketika makan bersama ponselnya pasti ditaruh di atas meja. Selain untuk pamer, mereka adalah orang yang cukup sibuk. Hampir tiap beberapa menit ada telepon masuk. Kalau ditaruh di kantong tidak praktis.

Anda juga akan malu jika mengeluarkan Evercross pada kumpulan pengguna iPhone 6. Anda juga dipandang rendah oleh mereka. Anda tidak memenuhi “syarat” masuk ke golongannya, hanya gara-gara ponsel Evercross.

Apa yang akan terjadi jika kasusnya terbalik ? Yang memiliki iPhone 6 masuk ke kumpulan Evercross ? Yang pasti keadaan ini tidak mungkin terjadi. Anda dipandang aneh oleh mereka juga. Ini orang borju kok masuk kumpulan orang kere ? Lagipula mana mungkin anda mau masuk ke kelompok yang tidak se-level dengan anda ?

Kesetaraan dan kesamaan derajat memang konsep yang bagus, namun kenyataannya tidak pernah terjadi. Manusia memiliki ego dan kadangkala ini lebih penting daripada realita. Sama halnya dengan konsep modal kecil untung besar atau modal besar resiko kecil. Tidak mungkin bisa direalisasikan. Demikian pula dengan website murah hasil luar biasa, tambah gak mungkin terjadi.

Apakah harga adalah faktor terpenting dalam transaksi jual beli ? Bagi beberapa orang memang benar, tapi keamanan, kenyamanan, prestise dan fungsi juga penting bagi beberapa orang. Jika harga adalah patokan utama semua orang ketika membeli sesuatu maka iPhone 6 tidak akan laku atau Evercross akan laris manis bak kacang goreng. Tapi pak, teman-teman saya hapenya Evercross semua, gak ada yang pakai iPhone, kalopun ada hanya iPhone replika. Ya, karena kecenderungan orang adalah berkumpul dengan orang yang sederajat.

Segmen kelas menengah akan berkumpul dengan segmen kelas menengah juga. Segmen kelas bawah juga berkumpul dengan kelas bawah juga. Demikian pula dengan segmen kelas atas akan berkumpul dengan segmen kelas atas pula. Karena dasar inilah orang yang kaya akan bertambah kaya, orang yang miskin akan bertambah miskin pula. Yang kaya akan berbagi proyek sehingga bertambah kaya sedangkan yang miskin akan berbagi utang sehingga bertambah miskin.

Orang kaya kebingungan menangkap peluang yang ada, orang miskin kebingungan melunasi utangnya. Keduanya sama-sama mengeluh, tetapi keluhannya berbeda. Yang satu mengeluh kekurangan orang dan waktu, sementara yang lain mengeluh tentang nasibnya.

Tetapi manusia tidak ditakdirkan untuk menderita, Tuhan menciptakan manusia untuk tujuan mulia. Tuhan ingin anda dan saya bahagia, tapi kita harus berusaha agar tujuan ini terealisasi. Caranya mudah, hanya dengan merubah pola pikir saja. Percayalah bahwa anda bisa berhasil, percayalah bahwa anda diciptakan untuk hidup bahagia. Percayalah bahwa anda bisa.

Buang konsep modal kecil untungnya besar, gak ada itu. Buang konsep modal besar resiko kecil, gak mungkin terjadi. Buang konsep harga satu-satunya faktor penting penjualan, ingat iPhone 6. Dan jangan lupa buang juga konsep website murah hasil luar biasa, bisa amsiong saya.

KONSEP PENGUNJUNG DAN PEMBELI

Yup…anda sudah tahu teori ini, tetapi tidak benar-benar memahami. Atau anda sudah memahami tetapi tidak tahu cara menerapkan di bisnis online, tepatnya melalui website.
Pengunjung atau traffic dalam dunia online dibagi menjadi dua, yaitu Visitor (V) dan Unique Visitor (UV). Data ini didapat dari Awstats di cPanel website atau melalui Google Analytics. Bagaimana caranya ?

Website sebenarnya adalah angka, bukan Toko28.com. Aslinya adalah 103.27.206.201. Siapa yang sanggup menghafalkan alamat domain seperti ini ? Karena itulah dibuatkan sebuah sistem yang merubah angka-angka ini menjadi tulisan. Istilahnya DNS atau Domain Name Server.

Setiap ada yang masuk ke IP Address tersebut, maka server akan mencatat alamat komputer yang meminta request data. Dalam data awstats bisa dilihat di kolom Hit. Cara kerjanya adalah IP address yang masuk ke website meminta data tertentu. Server memproses permintaannya dan mengirimkan pesanan. Karena itu web hosting harus tahu IP address pengunjung. Inilah yang disebut dengan Visitor.

Jika ada 10 IP address yang mengakses server, berarti ada 10 visitor yang sedang mengunjungi website anda. Salah satu visitor keluar dari website anda dan dalam waktu kurang dari 20 menit balik lagi ke halaman lain website anda. Maka data pengunjung anda akan menjadi 11 Visitor dan 10 Unique Visitor.

Nah, ada lagi seorang pengunjung yang keluar dari website anda kemudian kembali lagi setelah 25menit. Skornya sekarang menjadi 11 Visitor dan 11 Unique Visitor. Jadi, Unique Visitor adalah pengunjung yang keluar-masuk dalam rentang waktu kurang dari 20menit. Sedangkan Visitor adalah semua pengunjung yang masuk ke website anda.

Apa artinya ? Unique Visitor adalah prospek potensial yang akan membeli produk anda. Sebaliknya, jumlah visitor tidak memiliki arti spesial terhadap website. Traffic website yang besar tidak berbanding lurus dengan penjualan.

Anda mungkin tersadar setelah mengerti konsep traffic, visitor dan unique visitor ini. Tetapi data ini sebenarnya data super mentah yang belum menyentuh ujung luarnya website berkualitas. Ini hanya kata pengantar, belum masuk bab pendahuluan.

Ada lagi konsep Bounce Rate. Seorang pengunjung masuk ke website anda, lalu dia keluar lagi. Yang lainnya masuk lalu membuka halaman contact us anda. Pengunjung ketiga masuk, lalu membuka halaman about us dilanjutkan ke contact us. Pengunjung terakhir masuk lalu keluar lagi. Maka nilai bounce rata halaman anda adalah 50%.

4 visitor. Dua masuk terus keluar, sedangkan dua lagi membuka lebih dari satu halaman. Jadi bounce rate adalah perbandingan jumlah visitor yang membuka 1 halaman dengan visitor yang membuka lebih dari 1 halaman. Semakin rendah nilai bounce rate semakin bagus pula SEO website anda.

Tetapi nilai bounce rate sendirian tidak bisa dijadikan patokan. Jika ada orang yang mencari alamat toko anda di internet, maka dia hanya perlu masuk ke contact us lalu keluar. Berarti bounce rate-nya 100%. Jelek sekali di mata SEO, tetapi tidak jelek bagi penjualan anda bukan ?

Semua orang bisa membuat website. Anda bisa memilih mau pakai yang harga 500ribuan atau yang 5jutaan. Desainnya mau yang rame atau mau yang minimalis, semuanya ada. Tetapi jika si developer website tidak memahami perilaku konsumen online maka saya jamin website anda tidak akan menghasilkan. Traffic bisa ribuan perharinya tetapi gak ada yang beli. Buat apa punya website yang beginian ?

Anda tahu SEO, itu bagus. Anda bisa menerapkan SEO untuk website anda, itu lebih dari bagus lagi. Tapi saya kasih tau kebenarannya, ” Dibutuhkan lebih dari SEO untuk membuat website yang menghasilkan uang.” SEO adalah cara meningkatkan traffic, memperbesar peluang terjadinya penjualan. Tetapi SEO baru langkah awalnya, bukan segala-galanya. SEO adalah dasar bagi keberhasilan website. Dan ini mutlak diperlukan.

Strategi dasar penjualan adalah menjual di tempat yang ramai. Karena itulah banyak orang menyewa stan di mall, membeli ruko di tengah kota atau berjualan di pinggir jalan raya. Strategi yang sama juga diterapkan di bisnis online, kita berusaha keras mendatangkan pengunjung ke website kita. Sama halnya banyak pemilik stan bangkrut di mall, banyak juga pemilik website yang menutup webnya setelah beberapa tahun.

Pengunjungnya banyak, lalu kenapa kok tutup ? Karena hanya sedikit sekali pengunjung yang membeli. Persentase pengunjung dengan pembeli hanya 1%. Artinya 1 pembelian dari 1000 pengunjung. Untuk menjual dua produk, toko anda harus didatangi 2000 orang. Jadi sekalipun rame, kontribusinya terhadap penjualan produk tidak ada.

Cepat atau lambat, model bisnis seperti ini pasti akan tutup.

Sebaliknya, toko yang kelihatan sepi belum tentu tidak laku lapak dagangannya asal rasio pengunjung dengan pembelinya tinggi. Anggap saja nilainya 50%, atau 1 pembeli dari 2 pengunjung. Jika hanya ada 100 orang yang masuk toko tersebut maka barang yang laku adalah 50 unit.

Nah, strategi inilah yang digunakan oleh rumah makan. Ada persepsi bahwa rumah makan yang ramai, rasanya pasti enak atau harganya murah. Orang yang melihatnya jadi tertarik dan akhirnya mencoba. Maka dari itu, semakin ramai rumah makan, akan bertambah ramai pula kedepannya.

Ada dua harapan dari pengunjung restoran tersebut. Rasanya enak atau harganya murah. Sama halnya ketika ada pengunjung yang memasuki website anda. Mereka memiliki harapan waktu meng-klik dari Google. Orang yang mencari “Free Video Porn” mengharapkan melihat video porno gratis. Jika website yang mereka klik ternyata mengharuskan membayar, dengan cepat pengunjung ini akan keluar dan meng-klik web lainnya. Jika website yang dipilih banyak iklannya, mereka juga akan keluar. Jika videonya pendek-pendek atau pemainnya jelek-jelek mereka juga akan keluar.

Selama persepsi pengunjung tidak sinkron dengan isi website, maka mereka akan tetap menjadi pengunjung. Mereka mencari speaker bluetooth di Google, masuk ke website anda yang menjual speaker tanpa bluetooth. 90% pasti klik BACK.

Sekalipun harga speaker anda paling murah di internet, sekalipun gratis ongkos kirim JNE, saya yakin pengunjung tadi tidak akan beli. Mengapa ? Mudah sekali jawabannya, dia butuh speaker yang ada bluetooth-nya. Dan anda tidak jual barang tersebut.

Lalu, pengunjung tadi masuk ke website saya, Toko28.com. Dia menemukan speaker bluetooth. Pertanyaannya, berapa persen kemungkinan terjadi transaksi penjualan ? Atau anggap saja, website saya muncul di halaman pertama peringkat pertama. Berapa persen tingkat konversi website saya ? 50% atau 100% ?

Salah semua. Merubah pengunjung menjadi pembeli bukan dipengaruhi oleh siapa yang muncul nomor satu di Google, tetapi dipengaruhi oleh faktor non-teknis. Kemungkinan penjualan saya dibawah 10%, tepatnya 2-5%. Bayangkan ! Desain website sudah meyakinkan, foto produk sudah jelas, informasi produk lumayan lengkap, ada nomer telepon rumah yang daftarnya harus pake KTP, KSK dan PBB. Hampir 18 jam sehari saya standby di depan telepon. Setiap SMS yang masuk saya balik dalam waktu 5 menit. Kurang apa lagi ?

Pertama, proses jual beli online adalah bayar dulu, barang baru dikirim. 50% pengunjung keberatan dengan proses ini. Kalo dibalik, kirim dulu-bayar belakangan, yang keberatan penjualnya. Saya pasti nolak kalo disuruh kirim dulu, ketika barang sampai baru dibayar. Gila kali, stok barang saja sudah menanggung resiko tidak laku, untung cuman beberapa persen, hilang sebiji ruginya setengah mati. Mendingan elu saja cari penjual lain yang mau sistem seperti itu.

Ini aturan tidak tertulis bisnis online. Saya tidak melihat cara ini sebagai hambatan. Saya menyadari inilah cara bisnis di internet. Pembeli yang tidak mau mengikuti aturan ini tidak akan pernah menemukan penjual yang bersedia dibayar belakangan. Sebaliknya, penjual yang tidak mengikuti hukum online ini akan dimakan oleh pembeli nakal. Coba saja, cepat atau lambat anda akan keluar dari bisnis online dengan kerugian yang besar.

Inilah yang disebut sebagai kepercayaan. Jangan melihat dari sudut penjualan online saja. Prinsip dasar bisnis apapun adalah kepercayaan. Tanpa kepercayaan tidak ada jual beli. Kepercayaan dinilai dari tatap muka dan berkomunikasi. Klik-Ketemu-Deal saran OLX.CO.ID.

Senjata yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan kepercayaan melalui website adalah Disain. Sedangkan di dunia nyata adalah senjata penampilan. Sama-sama berhubungan dengan persepsi pembeli bukan ? Bayangkan, disain website yang meyakinkan saja bukan jaminan kesuksesan website, apalagi website yang desainnya dibawah standar ? Anda tidak bodoh, anda mengerti maksud saya. Namun anda lebih mempercayai persepsi anda daripada kebenaran informasi yang saya sampaikan.

Inilah yang juga terjadi di benak pengunjung yang memasuki website anda. Mereka memiliki persepsi tertentu, dan jika kebetulan konten anda sesuai dengan persepsi mereka maka kepercayaan akan terbentuk dan peluang terjadinya penjualan akan meningkat. Siap-siaplah mengangkat telepon !

” Selamat siang, ini Toko28.com ?” tanya suara di seberang sana.
” Betul, ada yang bisa saya bantu ? ” kata saya
” Mau tanya tentang Android TV Box, mana yang bisa screen mirroring ? “
” Yang harga 985 dan 1285 bisa mirroring pak. Bedanya di prosesor. Yang satu dual-core, yang lebih mahal quad-core. “
” Selain itu apa lagi ? tanyanya
” Banyak pak, gambarnya beda jauh. Yang 1285 lebih halus, GPU-nya Octa-core, support 4K TV, sudah Kit-Kat, bentuknya lebih kecil, plug and play webcam, mirroring-nya lebih smooth. Karena GPU-nya tinggi, yang harga 985 hanya single-core. Beda 8 kali pak kecepatannya. “
“Jadi, intinya yang mahal jauh lebih bagus ? “
” Betul pak. “
” Baik, nanti saya kabari lagi ya, tolong di sms nomor rekeningnya. “
” Siap” dan kami menutup telepon.

Dari percakapan langsung barusan, berapa kemungkinan terjadinya penjualan ? Perkiraan saya 60% terjadi closing. Karena yang dibutuhkan pengunjung tersebut adalah screen mirroring dengan android TV Box. Mengapa saya tidak bisa 100% yakin ?

Karena ada banyak faktor yang tidak saya ketahui dari si pembeli. Saya tidak tahu daya belinya. Saya tahu kriteria utamanya adalah screen mirroring, tapi saya tidak tahu kriteria kedua, ketiga dan keempat. Bisa saja dia mencari android tv box yang hanya bisa mirroring saja, dan saya tidak punya produk itu. Atau bisa saja dia mencari penjual yang satu kota dengannya. Mungkin juga dia mau COD saat itu juga dan saya berhalangan.

Sama halnya dengan speaker bluetooth. Ada pengunjung website yang mencari speaker bluetooth stereo yang tidak saya miliki. Atau bisa saja dia mencari speaker bluetooth merk JBL, bukan tanpa merk seperti yang saya jual di website. Sebuah keyword “Speaker bluetooth” hanya mewakili satu segmen pasar saja, padahal kita tahu ada ratusan segmen pasar di dunia penjualan. Buka pikiran dan mata anda.

Untuk speaker bluetooth saja saya membuat 4 halaman web dengan 4 keyword yang berbeda, yaitu :
1. Speaker Bluetooth Murah Dr. Dre
2. Speaker Bluetooth USB
3. Speaker Bluetooth Terbaik + Line Out
4. Bluetooth Music Receiver Stereo A2DP

Keyword ini berdasarkan analisa, bukan ngawur agar keyword yang satu tidak memakan keyword lainnya. Lebih dari itu, speaker bluetooth ini saya tujukan pada segmen pasar yang berbeda.

Harapan saya, orang yang mencari speaker bluetooth murah akan masuk ke halaman “Speaker Bluetooth Murah Dr. Dre”. Orang yang mencari speaker bluetooth mahal akan masuk ke halaman “Speaker Bluetooth Terbaik + Line Out”. Sedangkan orang yang mencari speaker bluetooth untuk mobilnya akan masuk ke “Bluetooth Music Receiver Stereo A2DP”.

Artikel ini di ambil dari forum kaskus:http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000004027513/belajar-seo-khusus-newbie/ dengan sedikit modifikasi & tambahan

Please follow and like us:
Agus Yusida

Hello, perkenalkan saya Agus Yusida, seorang freelancer programmer, pernah membuat startup dan suka mencoba hal-hal baru. Jika ada pertanyaan bisa DM saya di IG @yusidajohn untuk fast respond. Jangan lupa like facebook ngide.net ya!


Related Article